di depan ke heningan sang malam
di bawah rintihan sang bulan
dan tersapu oleh hembusan angin malam
hilang tanpa setitik harapan
didalam ke bimbangan
ter hempas ke dalam ruang tak ber ujung
yang terus berputar menggilas kehidupan fana
semuanya....
hanya bisa menunggu di dalam ke tidak pastian
menunggu sesuatu yang kan membunuhnya
yang bertahan adalah para pendosa semu
dan mereka kan habis terkikis EGO mereka sendiri
dan akhirnya parang yang bermandi kengerian yang tak berakhir
yang kehilangan kan menangis
yang menang kan berpesta
karena mereka takan pernah sadar apa yang sedang menunggu nya
dibalik bukit merah
yang akan menyiksa mu
sampai kau kan berharap tidak pernah dilahirkan
yang akan melumat mu
hingga kau tak merasakan sakit
dan takan ada gunanya bagi mu berlari
karena itu hanya menunda kedatangan mereka
tapi berlarilah secepat mungkin, sejauh mungkin
siapa tau mereka akan kehiangan jejak mu di tanah ?
by: ka' hilda

Tidak ada komentar:
Posting Komentar