Powered By Blogger

Sabtu, 09 April 2011

bidadari tak besayap

beranjak malam dari peraduan
pindah ke tempat pengasingan para bangsawan
bangkit dari keterpurukan

selangakah demi selangkah telah kususuri
perjalanan hidup terasa sangat mengiris
hingga membuka luka lama

kembali kususuri jalan dalam gelap malam
di bawah sinar dia yang bermata satu
dibawah cahaya kuning redup

lemas tak ada daya
terpuruk ku dalam malam
dalam keheningan kuterasing

bak kapal kehilangan dermaganya
terasing kusendiri
terasing ku terhempas ombak

entah mukzizat keberapa engkau datang
kembali ke kehidupan ku
membawa sebatang lilin kecil

kau berkata:

"tak ada waktu untuk keterpurukan mu disini
kau sudah terlalu banyak terjatuh"

"tapi aku tak sengaja malaikat penjaga" jawab ku

"hah berengsek semua omongan mu. kau tahu jika ada yang lebih baik dari menjadi
malaikat penjaga mu itu adalah mati"

"ta.. tapi ... tapi"

"simpan saja kata kata mu itu, aku harus pergi"

kembali dia pergi dari kehidupan ku ini
meningalkan bekas luka menganga

tapi dia yang lain datang ke kehidupan ku
mengobati luka bekas dia yang lama
engkau basuh hati ku dengan embun dari surga

kau bawa singga sanamu ke depan pelupuk mata sang dewi athena
kau membuat ku merasa berarti lagi
seperti membentuk diriku yang dulu

kau bawakan aku awan nebula
secercah harapan dari hati yang kosong
dan percikan cintamu kautuangkan kedalam raga ku
ini yang haus akan kasih sayang

tapi aneh aku tidak mengenal dirimu
mengapa engkau berikan semua hal yang kubutuh kan
sedangkan aku tak mengenal dirimu
aku juga tidaj nenberikan apa apa untuk mu

termenung ku sendiri
terdiam ku ditengah kesunyian dan keramaian
terpuruk lah aku dalan sebuah pertanyaan

kau berkata dalam sunyi:

alu memanglah bukan malaikat penjaga mu
aku hanya cucu dari hawa
aku hanya seorang penyair sama seperti mu

tapi apa urusan mu dengan aku, kau terlalu baik wahai cucu hawa

tidak, aku hanya menyalakan lilin pemberian malaikat penjagamu

maksud mu....?

aku hanya berusaha menerangi hari mu lagi
sehingga kau takan terus terpuruk dengan dia yang lama
aku hanya mencoba agar kau bisa menerima ku apa adanya
aku memang tak sesempurna dia yang lama atau malaikat penjagamu
tapi aku berusaha untuk selalu ada disamping mu saat kau membutuh kan ku
sehingga aku menjadi bagian dalam dirimu

aku ingin manjadi bait bait yang kau ciptakan
aku ingin menjadi bagian dari puisi mu penyair
aku ingin kau mencintaiku dengan sederhana
seperti api yang mambakan karu
seperti ujung kuku

ujung kuku?

ya ujung kuku
setiap kali kau memotong kuku
maka kuku itu akan kembali tumbuh
sama halnya dengan rasa sayang ku ini padamu
akan terus ada walaupun engkau menyakiti ku berulang kali


terimakasih ya  i l i l

Tidak ada komentar:

Posting Komentar